MASJID AL-IKHLAS

HALAL BIHALAL

Hadiri Tabligh Akbar Halal Bihalal di Masjid Al-Ikhlas


Keluarga besar ta’mir Masjid Al-Ikhlas dan warga RW 06 Perum Griya Permata Gedangan Sidoarjo, hari Selasa 2 Agustus 2016 akan ada tabligh akbar sekaligus halal bi halal di Masjid Al-Ikhlas Griya Permata Gedangan. Panitia akan menghadirkan Seorang ulama Sunni Syaikh Aun bin Mu’in Al-Qaddoumi asal Yordania, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Masjid Al-Ikhlas Griya Permata Gedangan. Setiap tahun, kegiatan itu dilakukan untuk menjadikan Masjid sebagai tempat dan sarana beribadah dan juga ajang silaturahmi umat Islam dan akan memberikan semangat bagi masyarakat dan menambah ilmu agama, Kami mengharapkan, agar masyarakat dapat hadir dalam kegiatan tersebut. halal bi halal ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama untuk selalu melakukan yang baik dan bermafaat, serta menyenangkan semua pihak. Selain itu juga komitmen bersama untuk melepaskan diri dari segala perbuatan yang haram, dan menanamkan niat untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat.Mari kita ramaikan kegiatan ini agar kita termasuk orang-orang yang beruntung, karena memakmurkan rumah Allah SWT.


Profil Syaikh Aun bin Mu’in Al-Qaddoumi asal Yordania
‘Aun Al-Qaddumi, salah seorang tokoh dai Ahlus Sunnah wal Jamaah di Yordania dan pimpinan Lembaga Studi Syariah al-Ma’arij. Banyak tampil di berbagai media dan masjid di kota Amman. Silsilah keluarganya berasal dari keturunan ahlul bait (keluarga Nabi SAW). Dilahirkan di kota Amman, pada hari Jum’at 11 Ramadhan 1402 H bertepatan dengan 2 Juli 1982.

Pendidikan
Belajar ilmu syariah pada sejumlah ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui metode ilmu-ilmu bersanad yang bersambung hingga Rasulullah SAW baik yang berkaitan dengan ilmu-ilmu keislaman, akhlak maupun metode dakwah. Para gurunya tersebar di berbagai negara, seperti Yordania, Suriah, Libanon, Mesir, Irak, Yaman, Libia, Hijaz, Uni Emirat, Turki, Palestina, Sudan dan Maroko. Pendidikan formalnya diselesaikan pada Universitas Yordania, lalu dilanjutkan program S2 di Universitas Islam Libanon.

Usaha Dalam Berdakwah
Dalam pengembaraannya mencari ilmu, Syaikh ‘Aun pergi ke sejumlah negara. Dia juga berpartisipasi dalam dakwah melalui media televisi, radio maupun website. Di tengah kesibukan dakwahnya, dia menyempatkan diri untuk menulis sejumlah buku dan ikut serta dalam pemberian ceramah-ceramah ilmiah dalam skala besar baik di masjid, universitas maupun organisasi kepemudaan. Syaikh ‘Aun memiliki perhatian besar dalam keilmuan yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW atau yang biasa disebut dengan ilmu-ilmu kenabian. Ilmu ini mencakup ilmu asy-Syamail, ad-Dalail, al-Fadhail, al-Khashaish dan as-Sirah. Dia juga mengembangkan sebuah metode baru dalam pengajaran dan penulisan ilmu fikih dakwah. Metode tersebut diawali dengan pengajaran sebuah matan (tulisan singkat) yang berisi 41 hadits dakwah yang disusun dalam bukunya al-Arba’un ad-Da’awiyah. Lalu dilanjutkan dengan pengembangan potensi dan keterampilan dakwah melalui sejumlah program pelatihan dakwah. Syaikh ‘Aun juga berpartisipasi dalam kegiatan dakwah institusional. Dia mendirikan sebuah stasiun radio yang diberi nama radio al-Hayah FM di Yordania. Dia juga mendirikan Lembaga Studi Syariah al-Ma’arij dan menjadi pimpinannya hingga saat ini.

Guru
v     Syaikh ‘Aun belajar ilmu syariah dan mendapatkan sejumlah ijazah dari para syaikh di berbagai belahan dunia. Berikut ini daftar beberapa nama guru dan syaikh dia sesuai dengan negara asal mereka.
v     Yordania: asy-Syaikh Nuh al-Qudhah (mantan Grand Mufti Yordania), Sa’id Faudah, Yusuf al-‘Atum, Umar Shab Laban, Mahmud Murawwih al-Faqih, Syahadah ath-Thubairi, Yunus Hamdan, Ali Abu al-‘Ays, Khalid al-‘Ubaisi, Amin al-Kailani, Ahmad Hasan ar-Rudaidah, Ibrahim al-Faluji, ‘Imad az-Zibn, Bilal an-Najjar, Husamuddin al-Hinthi, Usamah Namr Abdul Qadir.
v     Hijaz : Nabil al-Ghamri, Malik al-Arabi as-Sanusi, Khalid Marghub, Abdur Rahim al-‘Ilmi, Thariq Sardar.
v     Yaman : Habib Umar bin Hafizh, Habib Salim asy-Syatiri, Habib Abu Bakar al-Masyhur, Habib Zen bin Smith, Habib Umar bin Muhammad Assegaf, Habib Muhammad Ali al-Junaid, Habib Ali al-Masyhur bin Salim bin Hafizh, Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Shihab, Habib Ja’far bin Ahmad bin Musa al-Habsyi, Habib Ali bin Muhammad bin Hadi Assegaf, Habib Kadzim bin Ja’far Assegaf, Habib Ali Al-Jufri, Habib Muhammad bin Abdurrahma Assegaf.
v     Palestina : Musthafa as-Sa’afin.
v     Turki : Syaikh Mahmud Afandi, Muhammad Amin Siraj, Musthafa Jawwad Aksyith.
v     Maroko : Thaha Abdurrahman.
v     Mesir : Muhammad Abdul Baits al-Kattani, Idris al-Idrisi.
v     India : Zubair bin In’am al-Hasan, Sa’ad bin Muhammad Harun bin Muhammad Yusuf bin Muhammad Ilyas, Ahmad Al-Lad.
v     Uni Emirat Arab : Muhammad Ali bin Abdurrahman al-Khalidi.
v     Afghanistan : Syaikh Syah Jihan al-Afghani.
v     Mauritania : Muhammad al-Yadali, Abdullah bin Bayyah.
v     Irak : Syaikh Abdul Qadir al-‘Ani, Abdul Malik as-Sa’di, Khalil Fayyadh, Khalil al-Janabi, Adibah binti ‘Ala` Sirajuddin an-Naqsyabandi.
v     Libia : Adil al-Libi, Nu’man as-Sanusi, Jalal al-Juhani, al-Malikah Fathimah as-Sanusi.
v     Libanon : Usamah ar-Rifa’i, Muhammad Ali al-Barudi.
v     Suriah : Muhammad Muthi’ al-Hafizh (dikenal dengan Dabs wa Zayt), Ahmad bin Abdullah Sirajuddin, Muhammad Fuad, Jamil al-Baithar.
v     Aljazair : Abdul Latif al-Balqaid.



www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net