JAMAAH MASJID AL-IKHLAS BERSAMA BUYA YAHYA DAN HABIB LUTHFI
Oleh : Habib Al-Amin.S.Th.I.M.Sy
Cirebon, 2 Februari, 2019.
Perjalanan kami kali ini di awali dengan niat mencari Bedhug
untuk melengkapi sarana prasarana yg ada di masjid kami. Maka pada hari jumat
tgl 1 Februari, ba'da jum'at, salah seorang pengawas masjid mengajak al faqir
untuk mencari bedhug agar tdk ada tanggungan lagi, singkat cerita meluncurlah kami bersama para
ta'mir dan kebetulan saya sendiri yg nyupiri menuju mojokerto. Ditengah perjalanan kita googling no tlpon
pengrajin bedhug daerah Mojokerto.
Al hamdulillah kita dapat dan langsung saja kita tlpon dan
ternyata ala kulli hal nyambungnya tlpon tersebut kepada pengrajin bedhug di kota Cirebon.
(Jauh bgt bro. dlm hati). Akan tetapi
kita terus menuju mojokerto untuk melihat dan membandingkan bedhug yangada
disitu dan yg sudah ditawarkan oleh pengrajin Cirebon. Singkat cerita setelah kita musyawarohkan dlm
mobil dan diputuskan untuk berangkat ke Cirebon dan al hamdulillah kami
disiapkan oleh donatur kendaraan beserta sopirnya.
Kunjungan pertama kita ke kota Cirebon untuk melihat bedhug
dan al hamdulillah cocok, tanpa kita plaining selanjutnya kita di antar untuk
sowan ke majlisnya Buya Yahya ( Al-Bahjah)
pusat Cirebon. Kebetulan waktu itu barusan selesai majlis rutinan beliau
setiap sabtu pagi, maka untuk menemui
beliau kita di suruh oleh para santri menuggu sebentar dan tdk lama beliau
keluar untuk menemui sekian banyak tamu.
Setelah giliran kami maka rois idaroh masjid dan ketua
ta'mir karena kagum dan ta'jub dengan beliau melihat banyaknya mustami' pada
pengajian rutin beliau dan juga ke tegasan beliau kpd org org yg ber aqidahkan
wahabi atau HTI maka kebetuan dimasjid kami disinyalir akan ada segelintir org
yg akan merusak tatanan masjid kami dr golongan wahabi dll maka kami curhatkan
ke Buya Yahya dan sekaligus kami mengundang beliau untuk acara isro'mi'roj
insyallah Bulan depan mendatang. Salah
satu dr pesan beliau adalah "teruslah pantang mundur pertahankan aqidahmu
(ahlus sunnah wal jama'ah An Nahdhiyyah)
jangan takut dengan mereka nanti klo saya jadi ke Griya Permata Gedangan
pasang foto saya yang besar agar mereka takut" (gurauan beliau. He he he).
Disinilah kami tambah kagum dengan sosok muda tapi 'Alim,
cerdas dan tegas.
Lalu setelah dari maqom waliyulloh sunan gunung jati kami
meluncur kepekalongan, melihat ke kota batik kali ini benar-benar terasa sangat
indah. Setelah ngalap berkah Buya Yahya zainul arifin,Sunan Gunung jati dan
mendapatkan bedhug, pada sore hari setelah kami sholat di masjid jami'
Pekalongan kami langsung saja menuju kediaman Habib Luthfi Bin Yahya. Dari
kabar yang kami dapat dari khodim beliau, Abah Habib Luthfi wonten ndalem tapi
mau keluar ke Semarang. ketika kami sampai di depan dalem beliau, dari kejauhan
tampak beberapa khodim abdi dalem dan sebuah pertemuan di lantai atas. Kami
memasuki rumah beliau dengan perasaan ragu, ditengah jadwal beliau yang sangat
padat, ditengah tamu-tamu beliau yang begitu membludak ini, apakah diri ini -
yang bukan orang penting dan orang besar - bisa ditemui beliau? Gak usah
lama-lama wes hanya sekedar meminta barokah doa. Kami menuju ruang tamu di
lantai bawah, disitu sudah ada seorang habib, menunggu untuk mengawal abah ke
Semarang. Menurut kabar yang aku dapat dari seorang sahabat, banyak orang yang
bahkan rela menunggu berhari-hari agar bisa menemui Habib Luthfi.
Ditengah keraguan yang masih saja menyelimuti hati, kami
mengirim fatehah dan bertawasul kepada para Awliya' Ba'alawi, terutama guru
kami Al Imamaein yg konon habib lutfi juga pernah tabarrok dipondok Darul Hadis
Malang, Aku ingat, salah satu sayyid
teman di pondok dulu bahwa Habib Luthfi
memiliki ikatan bathin khusus dengan Al Imamein al muhaddis Al habib abdul
qodir dan kholifahnya al Pfor Dr Al habib abdulloh bilfaqih.
Tak lama kemudian, Habib Luthfi keluar kamar dan turun
kebawah beserta rombongan. Sayang sekali beliau langsung menuju mobil dan masih
belum bisa menerima tamu. Akhirnya kami salaman dan foto bersama beliau dan dua
cucuknya. dan yg ajib ada salah satu dari rombongan kami yg menangis sejadi
jadinya ketika bersalaman dengan beliau karen sekian lama ingin berjumpa baru
kali ini bisa salaman dan menatap wajah indah serta memeluk beliau.
Wal hamdulillah semua rombongan kami bisa bersalaman dan
beliau matur : "Mohon Maaf saya ke Semarang dulu nanti balik lagi kalo mau
nunggu karena ini tergesa gesa".
Akan tetapi karena waktu dan capek akhirnya kita sekalian
pamit kepada beliau.
Benar-benar pertemuan berharga yang bagaikan sebuah mimpi,
walaupun hanya sekedar memandang dan bersalaman bahkan sampai sekarang aku
seakan belum bisa move on dari indahnya pertemuan itu. Persis seperti yang didawuhkan oleh
Siidil Habib Umar :
مصاحبة
الرجال ذوي الوفاء * نعيم
الخلد في دار الفناء
" berkumpul bersama mereka para kekasih Allah adalah
Nikmat surgawi yang bisa dirasakan di dunia yang fana ini "
فالسعادة
منوطة کلها باقتفاهم
بخت من قد رآهم
أو رأی من رآهم
Maka semua kebahagiaan, dapat diraih dengan mengikuti
mereka. Sungguh beruntung orang-orang yang pernah melihat mereka atau melihat
orang-orang yang pernah melihat mereka.
Semoga selalu diberikan afiyah dan kesehatan Abah dan Buya..
ditengah perpecahan yang ummat rasakan saat ini, betapa butuhnya mereka
terhadap sosok yang bijak, tenang, teduh, sejuk dan menyejukkan seperti
panjenenganipun Abah Habib luthfi dan Buya Yahya.. Salam Tadhim untuk
panjenengan dari kulo lan Ta'mir Al-Ikhlas Griya Permata Gedangan SIDOARJO.
Semoga bermanfaat secercah mutiara dari pengurus Ta'mir
Al-Ikhlas Griya Permata Gedangan SIDOARJO.






